Category: Featured

  • Bikin Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura

    Bikin Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura

    Momen Haru Kapolda Sumsel Terima Gethuk dari Korban Kebakaran di Mura

    Viral! Kapolda Sumsel Terima Hadiah Gethuk Saat Resmikan Bedah Rumah di Musi Rawas–

     

    Momen Haru di Musi Rawas, Kapolda Sumsel Terima Gethuk Buatan Warga Korban Kebakaran

    MUSI RAWAS, sumeks.co- Di tengah rangkaian kunjungan kerja yang padat, sebuah momen sederhana justru menjadi sorotan saat Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menerima hadiah tak biasa dari seorang warga korban kebakaran di Kabupaten Musi Rawas (Mura).

    Bukan cendera mata mewah atau bingkisan mahal, melainkan gethuk, makanan tradisional khas Jawa yang dibuat sendiri oleh warga bernama Jumono sebagai tanda terima kasih.

    Peristiwa penuh kehangatan itu terjadi saat Kapolda Sumsel menghadiri agenda sosial sekaligus meresmikan bantuan bedah rumah bagi warga terdampak kebakaran di Desa Wonosari, Kecamatan Megang Sakti, Rabu (29 April 2026).

    Jumono adalah salah satu warga yang rumahnya hangus dilalap api beberapa waktu lalu. Musibah itu membuat keluarganya kehilangan tempat tinggal dan harus memulai hidup dari awal.

    Melalui program bakti sosial Polda Sumsel, rumah Jumono dibangun kembali. Saat prosesi penyerahan kunci rumah secara simbolis berlangsung, ia mendekati Kapolda dengan wajah haru sambil membawa bungkusan sederhana.

    Di dalamnya terdapat gethuk buatan tangan sendiri yang sengaja disiapkan untuk orang nomor satu di Polda Sumsel itu.

    Bagi sebagian orang, gethuk mungkin hanya makanan biasa. Namun bagi Jumono, bingkisan itu adalah lambang rasa syukur dan penghargaan atas kepedulian yang telah diberikan.

    Kapolda Sumsel menerima hadiah tersebut dengan hangat. Bahkan, menurut jajaran kepolisian, gethuk itu dibawa langsung ke Palembang sebagai kenang-kenangan berharga.

    “Beliau sangat terharu dan membawa gethuk itu kembali ke Palembang. Ini bukan sekadar makanan, tetapi simbol kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat,” ujar Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta.

    Kisah ini menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian bukan hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga hadir di tengah masyarakat saat mereka membutuhkan uluran tangan.

    Program bedah rumah yang dilakukan Polda Sumsel menjadi bagian dari pendekatan Polri Presisi, yakni pelayanan yang humanis, responsif, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut momen tersebut menjadi penyemangat bagi jajaran kepolisian.

    “Kami ingin kehadiran Polri benar-benar memberi manfaat. Ketulusan warga seperti ini menjadi motivasi untuk terus berbuat baik dan meningkatkan pelayanan,” katanya.

    Di tengah berita keras tentang kriminalitas dan penegakan hukum, kisah seorang warga yang menghadiahkan gethuk kepada Kapolda justru menghadirkan sisi lain yang menenangkan.

    Tak ada panggung megah, tak ada seremoni berlebihan. Hanya rumah sederhana yang dibangun kembali, seorang warga yang bersyukur, dan seporsi gethuk yang menyimpan makna besar.

    Kadang, hubungan antara negara dan rakyat memang tidak selalu dibangun lewat kata-kata besar. Cukup lewat kepedulian dan ketulusan sederhana dari dapur warga.

  • Polda Metro Jaya Berhasil Amankan 101 Orang Terduga Provokator Ricuh May Day

    Polda Metro Jaya Berhasil Amankan 101 Orang Terduga Provokator Ricuh May Day

    Polda Metro Jaya mengamankan 101 orang yang diduga berencana memicu kerusuhan dalam perayaan May Day 2026 di Jakarta pada Jumat (1/5/2026). Penangkapan ini dilakukan setelah petugas menemukan sejumlah bukti berupa peta penyerangan hingga jadwal rencana aksi anarkis di lapangan sebagaimana dilansir dari Detikcom.

     

     

     

    Penyidik kepolisian menemukan dokumen terperinci yang menyusun skenario kekacauan selama aksi buruh berlangsung. Pihak berwenang menyebutkan bahwa kelompok tersebut telah mengatur pergerakan massa secara sistematis untuk melakukan serangan di titik-titik tertentu.

     

    “Dan kami menemukan dokumen rencana untuk melakukan kerusuhan. Mereka sudah mempersiapkan rekan-rekan sekalian di sini tergambar dengan jelas, bisa dilihat juga di layar, yang rundown,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (1/5/2026).

    Penjelasan lebih lanjut mengenai teknis serangan tersebut diungkapkan melalui bukti jadwal yang telah disusun oleh para terduga pelaku. Polisi mengidentifikasi adanya pembagian waktu spesifik untuk melancarkan aksi ofensif terhadap petugas di lokasi.

     

     

     

    “Bisa tergambar dengan jelas mereka sudah mempersiapkan rundown acaranya. Jadi per jam mereka sudah mempersiapkan kapan mereka melakukan serangan atau serbuan kalau bahasa di sini,” tambahnya.

    Dokumen yang disita juga memuat pemetaan jalur logistik dan penyelamatan diri bagi para pelaku kerusuhan. Kombes Iman Imanuddin menegaskan bahwa skema tersebut mencakup rute keberangkatan hingga lokasi evakuasi setelah melakukan aksi.

    “Ini sudah mereka persiapkan. Jadi datang dari mana, kemudian kejadiannya seperti apa, dan kembalinya harus ke mana. Titik-titik kumpulnya mereka sudah tentukan,” sebutnya.

    Selain dokumen perencanaan, petugas menyita alat komunikasi, sejumlah uang tunai, serta senjata berbahaya seperti bom molotov dan senjata tajam. Uang tersebut diduga akan didistribusikan kepada massa yang bersedia bergabung dalam aksi kelompok tersebut.

     

     

    “Ini adalah sejumlah uang yang berhasil kami amankan dari tangan salah satu koordinator di lapangan yang berdasarkan informasi yang bersangkutan kepada kami bahwa uang tersebut akan digunakan atau diberikan kepada mereka yang ikut hadir bersama-sama dengan kelompoknya,” sebutnya.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kelompok ini menggunakan media sosial sebagai sarana provokasi. Tujuannya adalah untuk menciptakan bentrokan antara elemen serikat buruh dengan cara menyusup ke dalam barisan massa saat unjuk rasa berlangsung.

    “Dalam pembicaraan sesama mereka, terungkap beberapa fakta di antaranya mereka merencanakan akan mengadu domba antar elemen serikat buruh dengan melakukan penyusupan pada saat kegiatan sedang berlangsung,” ucap dia.

    Para terduga pelaku yang ditangkap rata-rata berusia antara 20 hingga 30 tahun. Kepolisian menyatakan bahwa 101 orang tersebut akan dipulangkan ke kediaman masing-masing segera setelah seluruh proses pemeriksaan intensif dinyatakan selesai.

  • Polda Metro Jaya Amankan 101 Orang Terduga Provokator Ricuh May Day

    Polda Metro Jaya Amankan 101 Orang Terduga Provokator Ricuh May Day

    Polda Metro Jaya mengamankan 101 orang yang diduga berencana memicu kerusuhan dalam perayaan May Day 2026 di Jakarta pada Jumat (1/5/2026). Penangkapan ini dilakukan setelah petugas menemukan sejumlah bukti berupa peta penyerangan hingga jadwal rencana aksi anarkis di lapangan sebagaimana dilansir dari Detikcom.

     

    Penyidik kepolisian menemukan dokumen terperinci yang menyusun skenario kekacauan selama aksi buruh berlangsung. Pihak berwenang menyebutkan bahwa kelompok tersebut telah mengatur pergerakan massa secara sistematis untuk melakukan serangan di titik-titik tertentu.

    “Dan kami menemukan dokumen rencana untuk melakukan kerusuhan. Mereka sudah mempersiapkan rekan-rekan sekalian di sini tergambar dengan jelas, bisa dilihat juga di layar, yang rundown,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (1/5/2026).

    Penjelasan lebih lanjut mengenai teknis serangan tersebut diungkapkan melalui bukti jadwal yang telah disusun oleh para terduga pelaku. Polisi mengidentifikasi adanya pembagian waktu spesifik untuk melancarkan aksi ofensif terhadap petugas di lokasi.

    “Bisa tergambar dengan jelas mereka sudah mempersiapkan rundown acaranya. Jadi per jam mereka sudah mempersiapkan kapan mereka melakukan serangan atau serbuan kalau bahasa di sini,” tambahnya.

    Dokumen yang disita juga memuat pemetaan jalur logistik dan penyelamatan diri bagi para pelaku kerusuhan. Kombes Iman Imanuddin menegaskan bahwa skema tersebut mencakup rute keberangkatan hingga lokasi evakuasi setelah melakukan aksi.

    “Ini sudah mereka persiapkan. Jadi datang dari mana, kemudian kejadiannya seperti apa, dan kembalinya harus ke mana. Titik-titik kumpulnya mereka sudah tentukan,” sebutnya.

    Selain dokumen perencanaan, petugas menyita alat komunikasi, sejumlah uang tunai, serta senjata berbahaya seperti bom molotov dan senjata tajam. Uang tersebut diduga akan didistribusikan kepada massa yang bersedia bergabung dalam aksi kelompok tersebut.

    “Ini adalah sejumlah uang yang berhasil kami amankan dari tangan salah satu koordinator di lapangan yang berdasarkan informasi yang bersangkutan kepada kami bahwa uang tersebut akan digunakan atau diberikan kepada mereka yang ikut hadir bersama-sama dengan kelompoknya,” sebutnya.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kelompok ini menggunakan media sosial sebagai sarana provokasi. Tujuannya adalah untuk menciptakan bentrokan antara elemen serikat buruh dengan cara menyusup ke dalam barisan massa saat unjuk rasa berlangsung.

    “Dalam pembicaraan sesama mereka, terungkap beberapa fakta di antaranya mereka merencanakan akan mengadu domba antar elemen serikat buruh dengan melakukan penyusupan pada saat kegiatan sedang berlangsung,” ucap dia.

    Para terduga pelaku yang ditangkap rata-rata berusia antara 20 hingga 30 tahun. Kepolisian menyatakan bahwa 101 orang tersebut akan dipulangkan ke kediaman masing-masing segera setelah seluruh proses pemeriksaan intensif dinyatakan selesai.

  • Sebuah Klinik Terapung Terobosan di Bidang Kesehatan Besutan Ditpolairud Polda Sulut

    Klinik Terapung Terobosan di Bidang Kesehatan Besutan Ditpolairud Polda Sulut

    BITUNG,  Inilah trobosan di bidang kesehatan, dilakukan Dirpolairud Polda Sulut, Kamis (30/4/2026).

    Melalui bidang kesehatan yang ada di Ditpolairud Polda Sulut, naik turun kapal yang ada di perairan Selat Lembeh Kota Bitung.

    “Trobosan pendekatan ke masyarakat pesisir.Ada klinik terapung melakukan pemeriksaan kesehatan ke nelayan dan awak kapal yang berada di atas kapal,” kata Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas, saat kong-kongko dengan puluhan wartawan di Kota Bitung Provinsi Sulut, Kamis (30/4/2026).

    Lanjut Bayu, selain itu ada Gas LPG 3 Kilogram harus di kawal agar tepat sasaran ke masyarakat.

    Selain itu pihaknya juga fokus pada Kebersihan lingkungan, harus dijaga bersama, kolaborasi bersama melakukan kegiatan bersih pantai dan himbauan ke warga pesisir jaga kebersihan lingkungan.

    Jangan buang sampah sembarangan, buang sampah pada tempatnya dan hindari penggunaan sampah plastik.

    Termasuk dengan lingkungan di laut, bermuara pada keberlangsungan ekosistem.

    “Mengenai lingkungan erat kaitannya dengan kebijakan lingkungan dari Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu gerakan Asri (Aman, sehat, resik dan indah),” kata dia.

    Terpisah Ketua PWI Bitung Tezar Basalama, mewakili puluhan jurnalis yang mengikuti kegiatan kongko-kongko, memberikan apresiasi kepada Dirpolairud Polda Sulut.

    “Kami haral kedepan akan terus terjalin terys kemitraan ini,” kata Ketua PWI Bitung Tezar Basalama.

    Pihaknya berkomitmen akan kawal kebijakan institusi kepolisian di sektor migas.

    Termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat pesisir di Kota Bitung.(redaksi)

  • Polairud Polda Sulut Gandeng PWI Bitung, Kombes Bayuaji Yudha Prajas Perketat Pengawasan BBM Subsidi dan Lindungi Laut

    Polairud Polda Sulut Gandeng PWI Bitung, Kombes Bayuaji Yudha Prajas Perketat Pengawasan BBM Subsidi dan Lindungi Laut

     

    Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Utara terus memperkuat sinergi dengan insan pers. Hal ini ditandai dengan kegiatan silaturahmi yang digelar Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, didampingi PS. Kasubdit Patroliairud Karel Tangay, bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bitung.

    Kegiatan yang berlangsung di Cafe Mono Box, Kecamatan Maesa, Kamis (30/04/2026), tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan hubungan kemitraan yang semakin erat antara kepolisian dan media.

     

    Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung tugas kepolisian, khususnya di wilayah perairan yang memiliki tantangan tersendiri.“Di wilayah perairan, kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran rekan-rekan wartawan sangat penting untuk saling berbagi informasi demi kepentingan masyarakat, khususnya warga Kota Bitung,” ujarnya.Ia juga menyoroti dampak dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, yang berimbas pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu penyalahgunaan distribusi BBM dan gas bersubsidi di tengah masyarakat.“Kita harus bersama-sama mengawasi agar BBM bersubsidi digunakan sesuai peruntukannya. Begitu juga dengan LPG 3 kilogram yang merupakan subsidi pemerintah bagi masyarakat,” tegas Bayuaji.Lebih lanjut, ia turut mengajak masyarakat pesisir untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan laut dan pantai. Menurutnya, kelestarian ekosistem laut sangat bergantung pada kesadaran kolektif.“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di laut, serta mengurangi penggunaan plastik. Kebersihan pantai dan laut adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.Sementara itu, Ketua PWI Kota Bitung, Taizar Basalamah, menyampaikan apresiasi atas langkah Polairud Polda Sulut dalam membangun komunikasi yang baik dengan insan pers.

    Menurut Taizar, hubungan antara Polri dan wartawan merupakan kemitraan strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.

    “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sinergi antara Polri dan wartawan harus terus terjalin demi kepentingan publik,” ungkapnya.

  • Sebuah Klinik Terapung Terobosan di Bidang Kesehatan Besutan Ditpolairud Polda Sulut

    Sebuah Klinik Terapung Terobosan di Bidang Kesehatan Besutan Ditpolairud Polda Sulut

    BITUNG,  Inilah trobosan di bidang kesehatan, dilakukan Dirpolairud Polda Sulut, Kamis (30/4/2026).

    Melalui bidang kesehatan yang ada di Ditpolairud Polda Sulut, naik turun kapal yang ada di perairan Selat Lembeh Kota Bitung.

    “Trobosan pendekatan ke masyarakat pesisir.Ada klinik terapung melakukan pemeriksaan kesehatan ke nelayan dan awak kapal yang berada di atas kapal,” kata Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas, saat kong-kongko dengan puluhan wartawan di Kota Bitung Provinsi Sulut, Kamis (30/4/2026).

    Lanjut Bayu, selain itu ada Gas LPG 3 Kilogram harus di kawal agar tepat sasaran ke masyarakat.

    Selain itu pihaknya juga fokus pada Kebersihan lingkungan, harus dijaga bersama, kolaborasi bersama melakukan kegiatan bersih pantai dan himbauan ke warga pesisir jaga kebersihan lingkungan.

    Jangan buang sampah sembarangan, buang sampah pada tempatnya dan hindari penggunaan sampah plastik.

    Termasuk dengan lingkungan di laut, bermuara pada keberlangsungan ekosistem.

    “Mengenai lingkungan erat kaitannya dengan kebijakan lingkungan dari Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu gerakan Asri (Aman, sehat, resik dan indah),” kata dia.

    Terpisah Ketua PWI Bitung Tezar Basalama, mewakili puluhan jurnalis yang mengikuti kegiatan kongko-kongko, memberikan apresiasi kepada Dirpolairud Polda Sulut.

    “Kami haral kedepan akan terus terjalin terys kemitraan ini,” kata Ketua PWI Bitung Tezar Basalama.

    Pihaknya berkomitmen akan kawal kebijakan institusi kepolisian di sektor migas.

    Termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat pesisir di Kota Bitung.(redaksi)

  • Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Trobosan Bidang Kesehatan

    Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Trobosan Ini di Bidang Kesehatan

    BITUNG,  Inilah trobosan di bidang kesehatan, dilakukan Dirpolairud Polda Sulut, Kamis (30/4/2026).

    Melalui bidang kesehatan yang ada di Ditpolairud Polda Sulut, naik turun kapal yang ada di perairan Selat Lembeh Kota Bitung.

    “Trobosan pendekatan ke masyarakat pesisir.Ada klinik terapung melakukan pemeriksaan kesehatan ke nelayan dan awak kapal yang berada di atas kapal,” kata Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas, saat kong-kongko dengan puluhan wartawan di Kota Bitung Provinsi Sulut, Kamis (30/4/2026).

    Lanjut Bayu, selain itu ada Gas LPG 3 Kilogram harus di kawal agar tepat sasaran ke masyarakat.

    Selain itu pihaknya juga fokus pada Kebersihan lingkungan, harus dijaga bersama, kolaborasi bersama melakukan kegiatan bersih pantai dan himbauan ke warga pesisir jaga kebersihan lingkungan.

    Jangan buang sampah sembarangan, buang sampah pada tempatnya dan hindari penggunaan sampah plastik.

    Termasuk dengan lingkungan di laut, bermuara pada keberlangsungan ekosistem.

    “Mengenai lingkungan erat kaitannya dengan kebijakan lingkungan dari Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu gerakan Asri (Aman, sehat, resik dan indah),” kata dia.

    Terpisah Ketua PWI Bitung Tezar Basalama, mewakili puluhan jurnalis yang mengikuti kegiatan kongko-kongko, memberikan apresiasi kepada Dirpolairud Polda Sulut.

    “Kami haral kedepan akan terus terjalin terys kemitraan ini,” kata Ketua PWI Bitung Tezar Basalama.

    Pihaknya berkomitmen akan kawal kebijakan institusi kepolisian di sektor migas.

    Termasuk keamanan dan ketertiban masyarakat pesisir di Kota Bitung.(redaksi)

  • SPPG Pegangsaan Dua Jadi Dapur Terbaik Dan Terima Penghargaan

    SPPG Pegangsaan Dua Jadi Dapur Terbaik Dan Terima Penghargaan

    Jakarta — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pegangsaan Dua Polres Metro Jakarta Utara meraih penghargaan sebagai Dapur Terbaik se-DKI Jakarta dari Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN).

    Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha dalam kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis kepada Kasatpel, yayasan, dan mitra di Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026).

    Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz mengatakan penghargaan itu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi jajaran Polres Metro Jakarta Utara, pengelola SPPG, Yayasan Bhayangkari, dan para mitra yang selama ini mendukung program tersebut.

    “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas pelayanan, kebersihan dapur, serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai ketentuan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

    SPPG Pegangsaan Dua dinilai memenuhi sejumlah kriteria penilaian BGN. Di antaranya kelengkapan denah alur masuk dan keluar atau in-out SPPG, fasilitas yang sesuai aturan BGN, kelengkapan sertifikasi, serta kondisi dapur yang terjaga, bersih, dan terpelihara.

    Selain itu, keaktifan Kepala SPPG dalam pelaporan juga menjadi salah satu poin penting penilaian. Pelaporan dilakukan melalui aplikasi Tawas untuk laporan mingguan dan bulanan, serta SIBGN untuk laporan harian.

    Dalam kegiatan tersebut, SPPG Pegangsaan Dua diwakili M. Riezki Persada selaku Kepala SPPG Pegangsaan Dua dan Rachel Tiurmaida selaku Kepala SPPG 2 Pegangsaan Dua. Hadir pula perwakilan Yayasan Bhayangkari dan mitra pendukung.

    Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz menegaskan pihaknya akan terus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melalui tata kelola SPPG yang tertib, higienis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan.

    “Semoga capaian ini dapat terus dipertahankan dan menjadi semangat bersama untuk memberikan pelayanan terbaik serta manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya.

  • Mak Vera & Misi Cetak Artis Bersih Narkoba

    Mak Vera & Misi Cetak Artis Bersih Narkoba

    Semangat perjuangan R.A. Kartini kini bertransformasi melalui tangan-tangan dingin perempuan yang berdedikasi membimbing masa depan bangsa. Salah satu sosok yang menjadi teladan nyata adalah **Mak Vera**. Melalui kiprah panjangnya di dunia hiburan Indonesia, ia membuktikan bahwa peran perempuan bukan sekadar pengelola talenta, melainkan penjaga moral bagi generasi kreatif.

    Dalam sebuah diskusi mendalam melalui **Podcast BNN** menjelang Hari Kartini, Mak Vera membagikan filosofi hidup yang ia tanamkan kepada seluruh anak didiknya. Baginya, kesuksesan di atas panggung bukanlah pencapaian sejati jika tidak dibarengi dengan **pola hidup sehat dan produktif**. Sejak awal karier, ia selalu menekankan bahwa komitmen pribadi adalah fondasi utama bagi seorang seniman untuk tetap bersinar secara konsisten.

    ### **Membangun Karakter di Tengah Gemerlap Industri**

    Fokus utama perjuangan Mak Vera terletak pada pembentukan karakter. Sebagai “Kartini Masa Kini,” ia memandang perempuan modern memiliki tanggung jawab besar sebagai pembimbing:

    * **Penyaring Pengaruh Negatif:** Mak Vera aktif bekerja sama dengan lembaga terkait untuk mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan zat adiktif.

    * **Lingkungan Positif:** Ia memastikan ekosistem seni menjadi ruang yang mendukung pertumbuhan fisik dan mental, bukan tempat yang menjerumuskan.

    * **Keteladanan Harian:** Perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang disiplin, sebuah prinsip yang ia tunjukkan melalui tindakan nyata setiap hari.

    > “Talenta besar tanpa karakter yang kokoh hanyalah kesuksesan yang sementara. Tugas kita adalah memastikan pemuda Indonesia mampu berkarya tanpa harus terjebak pengaruh buruk.”

    ### **Pesan Untuk Masa Depan**

    Kisah Mak Vera adalah pengingat bahwa dedikasi seorang perempuan mampu membawa perubahan sistemik. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berkontribusi membangun industri hiburan yang lebih bersih dan bermartabat. Melalui arahan yang tepat sejak dini, Mak Vera optimis bahwa generasi muda Indonesia akan terus melahirkan karya hebat dengan raga yang sehat dan jiwa yang kuat.

    **Selamat Hari Kartini. Mari menjadi pelopor perubahan melalui keteladanan.**

     

     

  • Kapolda Metro Jaya Minta Anggota Brimob Tekan Sikap Arogan

    Kapolda Metro Jaya Minta Anggota Brimob Tekan Sikap Arogan

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (SinPo.id/Dok.PMJ)
    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (SinPo.id/Dok.PMJ)

     

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri mewanti-wanti para anggota Brimob yang baru dilantik agar menekan sikap arogan dan mengedepankan sikap disiplin serta tindakan humanis ketika bertugas.

    “Kehormatan yang saudara emban harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan menjalankan tugas secara profesional dan humanis,” kata Asep kepada wartawan, Kamis, 23 April 2026.

    http://youtube.com/post/UgkxovKBO2rezzUb0Z5-XrwAw_md5GLdaMYM?si=8olHMNqYlM3i3FcZ

    Asep meminta anggota Brimob yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan tugas yang diemban. Khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

    “Segera menyesuaikan diri dan tetap profesional dalam bertugas,” ucapnya.

    Jenderal polisi bintang dua itu, juga mengimbau para anggota selalu menjaga nama baik Korps Bhayangkara saat bertugas di tengah masyarakat. “Jaga nama baik institusi, disiplin dan loyal,” ucapnya.